Selasa, 16 September 2025

MAKANAN TERNAK RUMINANSIA
(FEED)
Bahan pakan adalah setiap bahan yang dapat dimakan, disukai, dapat dicerna sebagian atau seluruhnya, tidak membahayakan bagi pemakannya dan bermanfaat bagi ternak.
Berdasarkan sifat fisik dan kimia yang spesifik sesuai dengan kegunaannya maka bahan pakan  dapat diklasifikasikan menjadi 8 kelas yaitu:
Kelas 1: Hijauan kering  dan jerami  kering
Kelas 1, meliputi berbagai hijauan pakan yang sengaja dipanen dan dikeringkan, dan juga berbagai jerami kering yang sengaja dipanen dan dirawat. Kelas 1 ini mengandung serat  kasar dan  dinding sel yang tinggi yaitu masing - masing > 18%  dan  > 35 % dalam bahan kering, sehingga rendah kandungan energi tersedia per unit bobot.
Kelas 2: Hijauan segar dan jerami segar
Kelas 2, meliputi berbagai hijauan pakan dan jerami yang belum ataupun sudah dipanen dan diberikan kepada ternak masih dalam keadaan segar.
Kelas 3: Silase (silage)
Kelas 3, meliputi berbagai hijauan pakan yang telah dipotong-potong  dan telah mengalami proses fermentasi terkontrol, tidak termasuk silase ikan, butir-butiran sebangsa padi, biji-bijian sebangsa legum , dan umbi-umbian.
Kelas 4: Sumber Energi
Kelas 4,meliputi berbagai bahan pakan   yang   mengandung   protein   kasar  < 20% dan  serat kasar < 18% atau dinding sel < 35% dalam bahan kering. Kelas 4 ini termasuk pula sumber energi yang telah mengalami proses fermentasi (silase).
Kelas 5: Sumber Protein
Kelas 5, meliputi berbagai  bahan  pakan yang  mengandung  protein kasar³ 20% dalam bahan kering. Kelas 5 ini ada yang berasal dari hewan dan ada yang berasal dari tanaman. Sumber protein ini disebut pula sebagai konsentrat protein.
Kelas 6: Sumber Mineral
Kelas 6, meliputi berbagai bahan pakan yang tinggi kandungan mineralnya. Kelas ini ada yang sebagai sumber mineral makro dan ada yang sebagai sumber mineral mikro, baik yang mengandung satu macam atau lebih dari satu macam mineral. Sumber mineral ini disebut pula sebagai konsentrat mineral.
Kelas 7: Sumber Vitamin
Kelas 7, meliputi berbagai bahan pakan yang tinggi kandungan vitaminnya dan termasuk pula preparat vitamin. Kelas 7 ini ada yang mengandung satu macam vitamin ataupun lebih dari satu macam vitamin. Sumber vitamin ini disebut pula sebagai konsentrat vitamin.
Kelas 8: Additif  pakan
Kelas 8, meliputi berbagai bahan yang tidak berfungsi sebagai sumber nutrien  atau non nutrien. Penggunaannya adalah dengan cara ditambahkan atau diimbuhkan ke dalam pakan dalam jumlah sedikit dengan tujuan tertentu. Misalnya untuk memacu pertumbuhan, memacu produksi, memberi warna, memberi bau ataupun sebagai bahan pengisi.
Pakan adalah satu macam atau campuran lebih dari satu macam bahan pakan yang khusus disediakan untuk ternak.
Konsentrat adalah bahan pakan yang rendah kandungan serat kasar dan tinggi kandungan nutriennya. Pangan demikian dapat dinyatakan pula bahwa bahan pakan konsentrat adalah setiap bahan pakan yang kandungan serat kasarnya kurang dari 18% dan TDN-nya di atas 60% berdasarkan bahan kering. Dalam penggolongan bahan makanan secara internasional, ada dua golongan konsentrat berdasarkan kadar proteinnya, yaitu sumber energi dan sumber protein. Termasuk dalam kelompok konsentrat sumber energi adalah bahan-bahan dengan protein kasar kurang dari 20%, serat kasar kurang dari 18% dab dinding sel kurang dari 35%. Sebagai contoh konsentrat sumber energi adalah biji-bijian, limbah penggilingan, buah-buahan, kacang-kacangan, akar-akaran, serta umbi-umbian. Termasuk dalam konsentrat sumber protein adalah bahan-bahan yang mengandung protein kasar 20% atau lebih dari bahan yang berasal dari hewan maupun berasal dari bungkil, bekatul, dan lain-lain.
Hijauan merupakan makanan utama kambing atau bagi ternak ruminansia lainnya dan berfungsi sebagai sumber nutrisi, yaitu protein, sumber tenaga, vitamin dan mineral. Untuk penyediaan hijauan yang berkelanjutan maka pembudidayaan hijauan makanan ternak yang unggul perlu ditingkatkan. Untuk mengetahui tinggi rendahnya mutu hijauan yang diberikan dapat dilakukan secara cepat dengan memperhatikan beberapa kriteria sebagai patokan, seperti lembut atau tidaknya permukaan bahan pakan tersebut, bentuk bahan pakan dan waktu potong bahan pakan atau hijauan tersebut. Adapun hijauan unggul yang sudah banyak dikenal antara lain rumput gajah, kolonjono, Gliricideae maculata, lamtoro, kaliandra.
Ransum adalah sejumlah pakan yang dikonsumsi ternak selam 24 jam tanpa memperhatikan nutrien yang ada untuk seekor ternak. Ransum seimbang atau ransum serasi (balanced ration) adalah ransum yang mengandung semua nutrien yang dibutuhkan ternak sesuai dengan tujuan pemeliharaan. Kegunaan dari formulasi ransum adalah untuk menuangkan pengetahuan tentang zat atau bebrapa zat makanan, bahan atau beberapa bahan makanan menjadi suatu bahan makanan (ransum) yang dapat memenuhi kebutuhan ternak yang mempunyai tingkat produksi tertentu yang dikehendaki oleh peternak
Tipe ransum yang diberikan ada dua yaitu complete feed (ransum lengkap) dan pemberian terpisah antara konsentrat dan hijauan. Complete feed (ransum lengkap) adalah ransum yang disusun sedemikian rupa sehingga tidak membutuhkan lagi tambahan bahan makanan atau zat makanan apapun dari luar; siap diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya.
Membuat atau menyusun ransum ternak yang seimbang dibutuhkan data yang meliputi :
1.      Kebutuhan ternak, dapat menggunakan data dari Nutrient Requerment of Goat (NRC, 1981)
2.      Komposisi bahan pakan atau kandungan gizi bahan pakan. Dapat diperoleh dari publikasi ilmiah misal Hari Hartadi et., al (1980), atau hasil analisis yang ada di referensi lain.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyusun ransum adalah sebagai berikut:
a.       Menentukan bahan pakan apa saja yang akan digunakan dalam menyusun ransum.
b.      Mengetahui kandungan nutrien masing-masing bahan pakan. Kandungan nutrien dapat dilihat pada NRC (1994), hasil analisis laboratorium, peneliti, lembaga penelitian ternak atau yang lainya.
c.       Mencari data kebutuhan standar ternak. Hal ini dapat dilihat pada tabel NRC (1994), ARC (British), INRA (Prancis), Morrison’s Feeding Standar, Lembaga penelitian atau tabel lainnya,
d.      Mengetahui harga bahan pakan per kg.
Formulasi ransum dapat dilakukan melalui beberapa cara atau metode, antara lain:
a.       metode coba-coba (Trial and Error Method)
b.      metode bujur sangkar (square method)
c.       metode eksak (exact method)
d.      simultaneous equation method
e.       linier programing method
Pencampuran atau Mixing merupakan proses pencampuran bahan pakan yang mencakup proses pengadukan dan pengacakan. Pengadukan berarti meningkatkan keseragaman, sedang pengacakan berarti meningkatkan keragaman. Pencampuran bahan pakan menggunakan mixer horisontal dan mixer vertikal. Teknik pencampuran konsentrat dapat dilakukan dengan menggunakan tenaga mekanis (mixer) maupun manual. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pencampuran konsentrat maupun ransum yaitu: kestabilan bahan pakan, jarak waktu pencampuran dengan penggunaan dan peralatan yang digunakan.
Dalam formulasi ransum tujuan pencampuran adalah untuk mengkombinasikan kedua proses diatas yaitu pengacakan komponen pakan yang berbeda menjadi satu bentuk campuran. Pencampuran pakan melibatkan kombinasi pencampuran antara bahan bentuk padat dan padat-cair. Bahan pakan utama dicampur pertama kali kemudian diikuti dengan material cair. Vitamin dan berbagai mineral ditambahkan setelah premix. Berbagai tipe pencampuran pakan ditujukan agar bahan pakan dapat tercampur menjadi campuran yang homogen.

Prinsip pencampuran yaitu menggabungkan beberapa bahan dengan cara menyebarkan bahan sehingga pada jumlah tertentu dari campuran terdapat komponen bahan dalam perbandingan tetap. Kualitas mixing dipengaruhi oleh ukuran partikel, bentuk partikel, berat spesifik, higroskopisitas dari partikel, kepekaan terhadap muatan elektronik, daya rekat sejati pada permukaan yang kasar atau ditimbulkan akibat penambahan minyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar